Tuesday, February 3, 2009
at 9:44 PMFriday, January 30, 2009
at 5:34 PM(N)EVER OLD TO LEARN
Sebuah hal yang memang sudah menjadi kewajiban yaitu belajar. Bukankah dalam firman yang pertama kali turun Allah telah memerintahkan pada kita untuk “iqro” (belajar)? maka tidak ada ampun bagi orang yang tidak mau belajar.
Hal diatas dipertegas lagi dengan beberapa hadis yang memerintahkan kita untuk belajar. ada yang berbunyi. uthlubul ‘ilma walau bishshin (carilah ilmu walau sampai ke negeri china. Ada juga yang berbunyi uthlubul ilma minal mahdi ilal lahdi. (carilah ilmu mulai sejak dari buaian sampai masuk liang lahat). Sungguh sebuah perintah yang berlaku sepanjang masa, selama kita hidup maka belajar masih menjadi kewajiban. Maka bagi yang tidak mau belajar lebih baik mati. Meninggalkan kehidupan ini.
Sejarah mencatat beribu orang terkenal (Imam Syafi’i. Ibnu Hajar al-Asqolani, Hasan al-Banna, Sayyid Quthb, HAMKA, Pramoedya Ananta Toer dan Alwi Syihab diantaranya) melakukan aktivitas belajar ini tak kenal waktu. Mulai sejak bangun dari tidur sampai tidur lagi mereka terus belajar. Sejak pagi bahkan sampai larut malam mereka masih membaca dan menela’ah kitab-kitan (buku). Tak pernah lelah. Tak kenal waktu. Bahkan mereka telah menemukan kenikmatan dalam belajar melebihi kenikmatan makanan yang dihidangkan padanya. Mata mereka terpejam hanya beberapa jam saja. Istirahat tak lagi terbersit dalam benak mereka.
Namun kenapa beberapa santri yang masih belajar setelah jam sembilan harus dihalau untuk tidur, sedang mereka masih menikmati belajarnya? Mengapa mereka harus merapikan buku-bukunya sedang tugas sekolah belum selesai mereka garap? Kenapa keasyikan belajar—yang tiada lain adalah kewajiban—mereka harus terhenti hanya karena sudah jam sembilan?
Kenapa waktu belajar harus dibatasi? Bukankah itu akan menghambat kemajuan intelektual mereka sebagai generasi penerus bangsa juga agama? kalau mereka bodoh apa yang akan terjadi sedangkan musuh-musuh Islam telah demikian maju di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi? Kalau hanya demi kebaikan dan kesehatan mereka, apakah harus itu yang dikorbankan? Bukankah taruhannya adalah kemajuan mereka sendiri dan juga kebangkitan kejayaan islam? Bila memang peraturan yang menentukan, apa tidak ada peraturan yang lebih baik dari peraturan yang telah berlaku?
El-Kifli
Sebuah hal yang memang sudah menjadi kewajiban yaitu belajar. Bukankah dalam firman yang pertama kali turun Allah telah memerintahkan pada kita untuk “iqro” (belajar)? maka tidak ada ampun bagi orang yang tidak mau belajar.
Hal diatas dipertegas lagi dengan beberapa hadis yang memerintahkan kita untuk belajar. ada yang berbunyi. uthlubul ‘ilma walau bishshin (carilah ilmu walau sampai ke negeri china. Ada juga yang berbunyi uthlubul ilma minal mahdi ilal lahdi. (carilah ilmu mulai sejak dari buaian sampai masuk liang lahat). Sungguh sebuah perintah yang berlaku sepanjang masa, selama kita hidup maka belajar masih menjadi kewajiban. Maka bagi yang tidak mau belajar lebih baik mati. Meninggalkan kehidupan ini.
Sejarah mencatat beribu orang terkenal (Imam Syafi’i. Ibnu Hajar al-Asqolani, Hasan al-Banna, Sayyid Quthb, HAMKA, Pramoedya Ananta Toer dan Alwi Syihab diantaranya) melakukan aktivitas belajar ini tak kenal waktu. Mulai sejak bangun dari tidur sampai tidur lagi mereka terus belajar. Sejak pagi bahkan sampai larut malam mereka masih membaca dan menela’ah kitab-kitan (buku). Tak pernah lelah. Tak kenal waktu. Bahkan mereka telah menemukan kenikmatan dalam belajar melebihi kenikmatan makanan yang dihidangkan padanya. Mata mereka terpejam hanya beberapa jam saja. Istirahat tak lagi terbersit dalam benak mereka.
Namun kenapa beberapa santri yang masih belajar setelah jam sembilan harus dihalau untuk tidur, sedang mereka masih menikmati belajarnya? Mengapa mereka harus merapikan buku-bukunya sedang tugas sekolah belum selesai mereka garap? Kenapa keasyikan belajar—yang tiada lain adalah kewajiban—mereka harus terhenti hanya karena sudah jam sembilan?
Kenapa waktu belajar harus dibatasi? Bukankah itu akan menghambat kemajuan intelektual mereka sebagai generasi penerus bangsa juga agama? kalau mereka bodoh apa yang akan terjadi sedangkan musuh-musuh Islam telah demikian maju di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi? Kalau hanya demi kebaikan dan kesehatan mereka, apakah harus itu yang dikorbankan? Bukankah taruhannya adalah kemajuan mereka sendiri dan juga kebangkitan kejayaan islam? Bila memang peraturan yang menentukan, apa tidak ada peraturan yang lebih baik dari peraturan yang telah berlaku?
El-Kifli
I lOvE U
mi. matahari tlah kembali bersinar sayang.
senyum abi telah kembali berkembang. toh yang tlah terjadi tak mungkin kembali lagi.
biarkan mataharai bergerak ke arah barat untuk menuju tempat peraduannya.
bagitupun abi...
biarkan abi terus bergerak tak ada yang menghalangi dan membatasi. bairkan abi terus berpaju menelusuri hidup ini.
bukankah hidup ini keras?
umi abi kangen umi..
mi. matahari tlah kembali bersinar sayang.
senyum abi telah kembali berkembang. toh yang tlah terjadi tak mungkin kembali lagi.
biarkan mataharai bergerak ke arah barat untuk menuju tempat peraduannya.
bagitupun abi...
biarkan abi terus bergerak tak ada yang menghalangi dan membatasi. bairkan abi terus berpaju menelusuri hidup ini.
bukankah hidup ini keras?
umi abi kangen umi..
Monday, January 5, 2009
at 9:32 PMini bermula dari niat saya untuk belajat menggunakan READ MORE di template baru. ehh.. hasilnya nggak memuaskan. padahal ketika saya memakai template lama saya bisa menerapkan READ MORE dengan benar ya...
sekarang template yang saya pake asal saja. saya kepengen balik lagi menggunakan template klasik saja. selain mudah diatur juga terkesan antik.
ah........... bingung aku jadinya. bagaimana ya, cara mengembalikan templet baru ke template klasik. aku pengen template klasik. lebih enak diatur. kalau template baru kok njlimet gitcu. aku bingung...
sekarang template yang saya pake asal saja. saya kepengen balik lagi menggunakan template klasik saja. selain mudah diatur juga terkesan antik.
ah........... bingung aku jadinya. bagaimana ya, cara mengembalikan templet baru ke template klasik. aku pengen template klasik. lebih enak diatur. kalau template baru kok njlimet gitcu. aku bingung...
Monday, December 29, 2008
at 10:48 PM at 6:50 AMUmi... sayang. umi tahu nggak apa yang abi rasakan? yeach... abi ini ada ada saja ya mana mungkin umi tahu kalau belum dikasih tahu.
nah kalau umi mau tahu lanjutin bacanya yach...
Umi... abi sangat sayang umi... abi cinta banget ma umi. abi ingin menjadi pasangan setia umi. sepanjang hidup umi. i love you umiku sayang... abi sangat mencintaimu mi...
umi, abi kemarin ngobrol sama pak amir. beliau tanya tentang kuliah abi. ya abi jawab apa adanya. termasuk juga kuliyah abi yang cuma tiga hari (karena cuma bisa ngambil 12 sks yang seharusnya 24 sks)
pak amir bilang "lho... ya eman waktunya. kan harus ngambil 12 sks lagi di tahun depan padahal sebenarnya bisa dirampungkan semeseter ini? belum lagi biayanya? bayar spp-nya kan sama toh? belum lagi waktu yang kita punyai sebenarnya bisa digunakan untuk hal yang lebih penting lainnya? masa cuma kuliyah tok? nambah lama lagi kuliyahnya.
nah karena hal itu, abi kepikiran bagaimana kalau abi pindah ke program ekstensi saja? kemarin waktu cari informasi, abi dapat informasi katanya di kanjuruhan nggak boleh pindah ke ekstensi kalau sudah di reguler. jadi abi berpikir bagaimana kalau pindah ke kampus lain? BU misalnya. gitvu sayang kenapa kemarin abi tanya tentang ekstensi di kampus umi.
kan kalau bisa kuliah dengan waktu yang singkat kita bisa cepat nikah. he he he he... abi sayang umi....
i love you mi...
nah kalau umi mau tahu lanjutin bacanya yach...
Umi... abi sangat sayang umi... abi cinta banget ma umi. abi ingin menjadi pasangan setia umi. sepanjang hidup umi. i love you umiku sayang... abi sangat mencintaimu mi...
umi, abi kemarin ngobrol sama pak amir. beliau tanya tentang kuliah abi. ya abi jawab apa adanya. termasuk juga kuliyah abi yang cuma tiga hari (karena cuma bisa ngambil 12 sks yang seharusnya 24 sks)
pak amir bilang "lho... ya eman waktunya. kan harus ngambil 12 sks lagi di tahun depan padahal sebenarnya bisa dirampungkan semeseter ini? belum lagi biayanya? bayar spp-nya kan sama toh? belum lagi waktu yang kita punyai sebenarnya bisa digunakan untuk hal yang lebih penting lainnya? masa cuma kuliyah tok? nambah lama lagi kuliyahnya.
nah karena hal itu, abi kepikiran bagaimana kalau abi pindah ke program ekstensi saja? kemarin waktu cari informasi, abi dapat informasi katanya di kanjuruhan nggak boleh pindah ke ekstensi kalau sudah di reguler. jadi abi berpikir bagaimana kalau pindah ke kampus lain? BU misalnya. gitvu sayang kenapa kemarin abi tanya tentang ekstensi di kampus umi.
kan kalau bisa kuliah dengan waktu yang singkat kita bisa cepat nikah. he he he he... abi sayang umi....
i love you mi...
Sunday, December 14, 2008
at 9:07 PMLESSON PLAN
Topic : causes of hearing lose
New ESP Vocabulary : 10-20
Grammar Imperative : simple present
Health Information : Deafness is one of the sicknesses that caused by several reason as accident, medicine or drugs, illness and genetic syndromes
Material and Resource : reading text
Learning Activities : reading comprehensive
Evaluative Activities : answering question
Time Allotment : 90 minutes
- Pre reading : 15 minutes
- While reading : 45 minutes
- Post reading : 30 minutes
TEACHING READING
1. Pre reading activities
• Getting ready with the text to be read
• Providing background of the knowledge, by using new ESP vocabulary.
• Predicting possible information found in the text, by asking the students some question related to the material that will be teaches as a brain storming.
2. while reading activities:
• reading the text once or twice silently
• Discussing lexical / structural difficulties.
Discussing the main idea of each paragraph
Discussing the content of each paragraph
• Identifying the conclusion of the text
3. post reading activities:
• reviewing the text content
• answering comprehension question / feed back
READING TEXT
HEARING LOSS
Adapted from Felicia Mode Alexander and Jack R. Gannon, Deaf Heritage: A Student Text and Workbook (1984): National Association of the Deaf, p. 62-63.
People can lose their hearing at any age - before they are born, as infants, during childhood, or as adult. Each age of onset has a different name and the deafness may have different origins.
Prenatal deafness means that a baby is born deaf. There are several reasons why this can happen. If parents are deaf, they may have a deaf baby. There are genes related to deafness that hearing parents can also pass on to their child. Genes control the way we look and all of our characteristics. If the baby gets the right genes from hearing parents, it will be born deaf. Other prenatal causes of deafness can include: accidents; medicine or drugs that the mother takes; illnesses; and genetic syndromes.
Genetic syndromes are a group of characteristics that a child inherits from its parents. There are two very common types of genetic syndromes related to deafness. One is Warrensburg’s Syndrome. Its characteristics are very dangerous. The person may have pigment disorders: a streak of white hair; two different color eyes; or streaks of white in a man's picture. Most residential schools have children with these characteristics. It is possible to have the physical traits of Warrensburg’s Syndrome but not be deaf.
Usher's Syndrome is also fairly common. Children with Usher's Syndrome are born with a hearing loss and later lose their vision. The first symptoms of this genetic syndrome occur at night. A person with Usher's Syndrome will experience problems seeing well in the dark. Later, they will lose their peripheral vision and see only within a tunnel area in front of them. This is called "tunnel vision." Persons may eventually lose more and more of their vision and become blind or partially blind.
If you notice that a deaf person does not see you when you stand at his or her side, that person may have this syndrome. The best way to communicate with a person who has Usher's Syndrome is to stand directly in front and to sign clearly.
VOCABULARIES
1. infants
2. onset
3. Prenatal deafness
4. genetic syndromes
5. Warrensburg’s Syndrome
6. pigment disorders
7. residential
8. vision
9. symptoms
10. occur
11. peripheral
12. tunnel area
13. partially blind
Question
1. When people can lose their hearing?
2. Are each age have same onset name?
3. What does prenatal deafness mean?
4. Tell the prenatal causes of hearing!
5. How many kind of genetic syndromes?
6. Explain both of them!
7. Why a person with usher’s syndrome not seeing well in the dark?
8. Do you know a tunnel vision? Tell it!
9. Can you communicate with a person who usher’s syndrome?
10. give the best way to communicate with him?
Topic : causes of hearing lose
New ESP Vocabulary : 10-20
Grammar Imperative : simple present
Health Information : Deafness is one of the sicknesses that caused by several reason as accident, medicine or drugs, illness and genetic syndromes
Material and Resource : reading text
Learning Activities : reading comprehensive
Evaluative Activities : answering question
Time Allotment : 90 minutes
- Pre reading : 15 minutes
- While reading : 45 minutes
- Post reading : 30 minutes
TEACHING READING
1. Pre reading activities
• Getting ready with the text to be read
• Providing background of the knowledge, by using new ESP vocabulary.
• Predicting possible information found in the text, by asking the students some question related to the material that will be teaches as a brain storming.
2. while reading activities:
• reading the text once or twice silently
• Discussing lexical / structural difficulties.
Discussing the main idea of each paragraph
Discussing the content of each paragraph
• Identifying the conclusion of the text
3. post reading activities:
• reviewing the text content
• answering comprehension question / feed back
READING TEXT
HEARING LOSS
Adapted from Felicia Mode Alexander and Jack R. Gannon, Deaf Heritage: A Student Text and Workbook (1984): National Association of the Deaf, p. 62-63.
People can lose their hearing at any age - before they are born, as infants, during childhood, or as adult. Each age of onset has a different name and the deafness may have different origins.
Prenatal deafness means that a baby is born deaf. There are several reasons why this can happen. If parents are deaf, they may have a deaf baby. There are genes related to deafness that hearing parents can also pass on to their child. Genes control the way we look and all of our characteristics. If the baby gets the right genes from hearing parents, it will be born deaf. Other prenatal causes of deafness can include: accidents; medicine or drugs that the mother takes; illnesses; and genetic syndromes.
Genetic syndromes are a group of characteristics that a child inherits from its parents. There are two very common types of genetic syndromes related to deafness. One is Warrensburg’s Syndrome. Its characteristics are very dangerous. The person may have pigment disorders: a streak of white hair; two different color eyes; or streaks of white in a man's picture. Most residential schools have children with these characteristics. It is possible to have the physical traits of Warrensburg’s Syndrome but not be deaf.
Usher's Syndrome is also fairly common. Children with Usher's Syndrome are born with a hearing loss and later lose their vision. The first symptoms of this genetic syndrome occur at night. A person with Usher's Syndrome will experience problems seeing well in the dark. Later, they will lose their peripheral vision and see only within a tunnel area in front of them. This is called "tunnel vision." Persons may eventually lose more and more of their vision and become blind or partially blind.
If you notice that a deaf person does not see you when you stand at his or her side, that person may have this syndrome. The best way to communicate with a person who has Usher's Syndrome is to stand directly in front and to sign clearly.
VOCABULARIES
1. infants
2. onset
3. Prenatal deafness
4. genetic syndromes
5. Warrensburg’s Syndrome
6. pigment disorders
7. residential
8. vision
9. symptoms
10. occur
11. peripheral
12. tunnel area
13. partially blind
Question
1. When people can lose their hearing?
2. Are each age have same onset name?
3. What does prenatal deafness mean?
4. Tell the prenatal causes of hearing!
5. How many kind of genetic syndromes?
6. Explain both of them!
7. Why a person with usher’s syndrome not seeing well in the dark?
8. Do you know a tunnel vision? Tell it!
9. Can you communicate with a person who usher’s syndrome?
10. give the best way to communicate with him?
Tuesday, December 2, 2008
at 7:03 AMBulan Nopember telah lewat. banyak yang terlewat dengan berlalunya bulan kelahiranku itu. sungguh aku mandul melahirkan tulisan-tulisan yang ada dalam benakku. aku nggak berhasil mewujudkan keinginanku. sungguh lemahnya aku...
kegiatanku sungguh membuatku kewalahan. cuape dan cuape.
betapa tidak, pulang kuliah aku langsung mandi dan shalat ashar. trus mangajar madrasah trus menunggu maghrib yang 0.5 jam lagi datang. setelah itu ngaji sampe jam 7.15. shalat isya makan malam trus belajar (kalau nggak cuape) kalau cape aku rebahkan badan ini trus melayang ke alam mimpi yang tak pernah kunjung datang. bangun, biasanya jam 3 atau lebih banyakan jam 4.30 shalat shubuh trus ngajar ngaji lagi mpe jam 6.30. sarapab pagi trus persiapan kuliah dan berangkan jam 8. masuk jam 8.30.
yach.. beginilah nasib aku jalani. namun bagaimanapun aku sadar bahwa beginilah perjuangan hidupku. aku harus bisa bersabar dalam menjalaninya atau aku akan tumbang. aku harus terus berjuang bukan cuma bukan untuk diriku sendiri tapi juga untuk adikku dan keluargaku.
ya Allah kuatkanlah aku.
Mudahkanlah segala urusanku.
Jadikanlah aku di antara orang-orang yang sabar.
karena hanya Engkaulah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Karena hanya kepada Engkaulah aku bersandar.
kegiatanku sungguh membuatku kewalahan. cuape dan cuape.
betapa tidak, pulang kuliah aku langsung mandi dan shalat ashar. trus mangajar madrasah trus menunggu maghrib yang 0.5 jam lagi datang. setelah itu ngaji sampe jam 7.15. shalat isya makan malam trus belajar (kalau nggak cuape) kalau cape aku rebahkan badan ini trus melayang ke alam mimpi yang tak pernah kunjung datang. bangun, biasanya jam 3 atau lebih banyakan jam 4.30 shalat shubuh trus ngajar ngaji lagi mpe jam 6.30. sarapab pagi trus persiapan kuliah dan berangkan jam 8. masuk jam 8.30.
yach.. beginilah nasib aku jalani. namun bagaimanapun aku sadar bahwa beginilah perjuangan hidupku. aku harus bisa bersabar dalam menjalaninya atau aku akan tumbang. aku harus terus berjuang bukan cuma bukan untuk diriku sendiri tapi juga untuk adikku dan keluargaku.
ya Allah kuatkanlah aku.
Mudahkanlah segala urusanku.
Jadikanlah aku di antara orang-orang yang sabar.
karena hanya Engkaulah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Karena hanya kepada Engkaulah aku bersandar.
Sunday, November 30, 2008
at 8:55 AMnovember... seharusnya bulan ini banyak tulisan yang aku postingkan. tapi entah kenapa justru aku macet.
banyak sekali hal yang sebenarnya bisa aku tulis tapi entah kenapa aku nggak bisa.
banyak sekali kejadian yang bisa dimanfaatkan buat tulisan tapi entah kenapa aku malas
banyak sekali yang semestinya bisa kau sharingkan buat teman-teman, tapi entah kenapa aku nggak sempat terus untuk menulis dan memostingkannya.
maafkan aku ya sobat. aku nggak bisa menjadi sebaik yang kam pinta. aku hanya bisa menjalani hidup sebisaku.
dinda, sebenarnya tulisan buat kiki sudah kanda buat. tapi hilang. takl berbekas. kanda cari di searching tapi nggak ada. kanda coba mencarinya secara manual tapi nggak ketemu.
ya, apalah daya bila memang harus terjadi siapapun tak bisa menghentikannya. kita harus bis menerimanya
termasuk apa yang terjadi dengan keluarga kanda. kanda merasakan aneh pada diri kanda sendiri. kanda nggak pusing sebenarnya. bahkan kanda senang. aneh... masa bapak punya musibah kok aku tertawa. ?
bukan, bukan tertawa. justru sebenarya yang aku khawatirkan adalah ibuku. bukan bapakku. itulah sebabnya aku tertawa.
aneh..........
ibu.. maafkanlah willy yang belum busa menerimanya..
maafkanlah willy yang masih dia orang lain. maafkanlah semua kesalahan willy....
banyak sekali hal yang sebenarnya bisa aku tulis tapi entah kenapa aku nggak bisa.
banyak sekali kejadian yang bisa dimanfaatkan buat tulisan tapi entah kenapa aku malas
banyak sekali yang semestinya bisa kau sharingkan buat teman-teman, tapi entah kenapa aku nggak sempat terus untuk menulis dan memostingkannya.
maafkan aku ya sobat. aku nggak bisa menjadi sebaik yang kam pinta. aku hanya bisa menjalani hidup sebisaku.
dinda, sebenarnya tulisan buat kiki sudah kanda buat. tapi hilang. takl berbekas. kanda cari di searching tapi nggak ada. kanda coba mencarinya secara manual tapi nggak ketemu.
ya, apalah daya bila memang harus terjadi siapapun tak bisa menghentikannya. kita harus bis menerimanya
termasuk apa yang terjadi dengan keluarga kanda. kanda merasakan aneh pada diri kanda sendiri. kanda nggak pusing sebenarnya. bahkan kanda senang. aneh... masa bapak punya musibah kok aku tertawa. ?
bukan, bukan tertawa. justru sebenarya yang aku khawatirkan adalah ibuku. bukan bapakku. itulah sebabnya aku tertawa.
aneh..........
ibu.. maafkanlah willy yang belum busa menerimanya..
maafkanlah willy yang masih dia orang lain. maafkanlah semua kesalahan willy....
Subscribe to:
Posts (Atom)