Tuesday, April 29, 2008

maafin yach...(untuk nurhayati)

Tuesday, April 29, 2008 | 0 comments
Maaf….
Satu kata yang ingin aku ucapkan dalam menulis tulisan ini yaitu “maaf”. Maafkan aku karena telah marah kepadamu. Aku sudah marah-marah kepadamu, orang yang tidak tahu akan bagaimana keadaan kartuku. Aku telah marah-marah padamu tanpa aku berpikir bagaimana sebenarnya terjadi.
Baru setelah aku muhasabah diri (cie… muhasabah rek… gayanya..) aku ngerti sebenarnya aku nggak berhak marah-marah. Karena semua itu sebenarnya Dede lakukan demi kebaikan. Shodaqoh. Dan memang mau memberi hadiah kepadaku. Hadiah yang tanpa kuminta. Dan hadiah yang seharusnya aku nggak berhak mendapatkannya. Bukankah yang ulang tahun itu kamu? Kan seharusnya aku yang ngasih hadiah? Bukannya aku yang diberi hadiah. Ini merupakan pukulan telak bagiku. Sudah nggak ngasih hadiah, eh malah marah-marah. Malu aku dibuatmu…
So, please… maafin aku yach…
Kamu yang nggak tahu XLku di isi XTra, dengan niat baik, mengisi pulsaku sebagai hadiah ulang tahunmu. Dan aku, yang tanpa tahu sebelumnya, tiba-tiba melihat ada sms masuk ke dalam Inboxku. Dan sati miscall tertera dalam layar ponsel. Siapa nih yang miscall? Pikirku saat pulang dari musholla.
Pertama yang aku lihat adalah daftar miscall. “Dedeh?” dalam hati aku bertanya. Maksudnya ada apa miscall aku. Karenanya aku miscall balik. Aktif. Aku buka inboxku. “haaaah” aku lemes dibuatnya setelah aku membaca isinya. “nomor Anda telah terisi pulsa sebesar Rp.5.000…“.
“Ada apa Pak?” Khoirul, a’dloku bertanya melihat pengasuh kamarnya lemes. Mengeluh.
“Pulsaku ada yang ngisiin.” Gerutuku.
“Lho kan enak, Pak?”
“Enak apanya” jawabku sekenanya sambil marah
“Bonus Xtra-ku hilang. Padahal masih 4 hari lagi” Lanjutku.
“…?” Khoirul melongo. Ia nggak paham omonganku.
4 hari X 50 sms X Rp. 299,- = Rp. 59.800,-
Aah… lumayan deh buat orang miskin seperti aku. Aku langsung dongkol bukan main kehilangan bonus itu. Mana aku harus kirim sms tiap saat lagi. Kalau aku kirim sms dengan menggunakan program biasa, dengan pulsaku yang cuma tinggal 6,450 maka aku cuma dapat 6450:299 = 21 sms. Ah… rese banget nih. Siapa sih yang ngisi pulsaku…
Pikiranku melayang. Mengira-ngira siapa yang telah mengisi pulsaku. Aku marah banget dibuatnya. Dasar!! Sok kaya ngisiin pulsa orang…!
Edaaan…
Aku dongkol setengah mati dibuatnya.
Aku keluar kamar dengan menahan marah. Sambil berjalan menuju dapur pikiranku melayang-layang. Menebak-nebak siapa kiranya yang telah ngisiin pulsaku. Sekilas tersebersit dalam benakku. Hah… siapa tahu dia. Dia yang telah me-miscall aku. Ya! Dia! Awas yach…
Aku makan dengan menahan dongkol sebesar gunung di leherku. Pak Mahis dan Pak Diqun kena getahnya. Padahal mereka berdua tidak tahu-menahu tentang apa yang terjadi padaku. Hanya karena mau bertanya tentang tugas yang ia berikan padaku, Pak Mahis kena marahku. (Maafin aku ya Pak… Pak Diqun juga, Please…)Pak Diqun yang mau pamit sebentar keluar beli rokok. Juga kena sasaran marahku.
Aku telpon berulang-ulang. Namun tak ada jawaban. Ah aku sms saja. Aku pun ketik sms dengan lengkap. Tanpa ada singkatan atau gabungan kata. Aku benar-benar marah saat itu karenanya aku juga menuliskannya dengan huruf besar semua. Ntah Dedeh tahu atau nggak makna menulis sms dengan huruf besar. Yang pasti aku benar-benar marah.
ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WA BAROKATUH. TERIMA KASIH SUDAH MENGISI PULSAKU. WASSALAMU’ALAIKUM WARHMATULLAHI WA BAROKATUH.
Dedeh pun membalas.
Wa’alaikum slm wr,wb. Psti antum mrh krn aq dah isi plsa antm. Ya anggp sj dr org yg tdk antm knl.
Aku balas
MEMANG BENAR. NAMUN BOLEHKAN AKU JUJUR, DENGAN KAMU ISI PULSAKU RP. 5.000,- AKU KEHILANGAN BONUS XTRAKU SEBESAR RP. 60.000,-. TERIMA KASIH BANGET.
Aku yakin, Dedeh kaget dengan smsku. Karenanya dia membalas:
Bnr tah zhunk? Maafin aku yah. Pliss. Aku ganti yah…
Akupun balas dengan ketus. Dan tak pernah aku sms lagi setelahnya. Apalagi mencoba untuk menghubunginya.
TIDAK USAH. TERIMA KASIH BANGET PULSANYA.
Jreeeng…



Lama aku merenung. Berfikir. Dan menyendiri menetralkan emosiku. Aku teringat tahun kemarin. Aku juga pernah mengalami hal sama seperti ini. Yang mengisi wali santri. Ibunya Dani. Menanyakan padaku apakah pulsanya sudah masuk? Aku kaget setengah mati. Hah… ternyata belia yang mengisi pulsaku. Aku sudah marah-marah. Namun tentunya bukan pada sasaran yang tepat untuk aku marahin. Eh ternyata, beliu. Beliau hanya ingin berbuat baik. Ingin shodaqoh. Aku malu dalam hati. Orang berbuat baik kok disalahkan. Orang berbuat baik kok susah yach… pantas saja yach banyak yang berbuat jahat. Kan lebih mudah. Lebih asyik bahkan.

read more

cerpen

0 comments
EMANG GUE PIKIRIN…

Hari ini, hari pertama Ajai dan semua santri Almoen menikmati liburan di rumah. Ajai pun berniat mengamalkan nasehat romo kyai untuk tidak menghabiskan waktunya untuk balas dendam karena kurang tidur di pondok. Ia bahkan sudah bangun sejak jam 4 pagi. Ayah dan ibunya bangga melihat anak bujangnya berbeda kelakuannya setelah mondok. Sebelum mondok, orang tua Ajai sering mengeluhkan kelakuan anak semata wayangnya ini. Tidur saat malam telah larut dan bangun saat matahari sudah nongol. Jangankan buat mandi, buku catatan pun asal bawa kalau hari sekolah. Bila hari libur, ia tak kan pernah bangun sebelum adzan dhuhur berkumandang. Pasalnya malamnya begadang hingga subuh menjelang. Praktis shubuhpun ia jamak dengan dhuhur. Namun untungnya ia tetap menjalankan kewajiban orang Islam, Shalat lima waktu. walau masih bolong-bolong. he he he

Namun itu dulu. Dulu saat Ajai belum mondok. Sekarang ia sudah lain. Dulu biskuit sekarang roti. Dulu nylekit sekarang santri. Seperti tampak hari ini, ia sudah bangun setengah jam sebelum shubuh. Mandi adalah hal pertama yang ia lakukan, setelah baca doa bangun tidur tentunya. Kemudian pakaian kokonya ia kenakan dengan penuh semangat. Dan berjingkrak-jingkrak penuh semangat ia menuju masjid yang tak berapa jauh di utara rumahnya. Shalat tahiyyatul masjid 2 rokaat dan tahajud 2 rokaat ia lakukan kemudian. tak berapa lama ia pun menghidupkan speaker, tarhiem 5 menit. Adzan ia kumandangkan. Tak sia-sia ia kursus adzan sama pak Fathoni, Ustadz Ajai di pondok. Ini terbukti banyak warga desa Sumberkotes yang bergegas ke masjid dan iqomah ia lantunkan dengan begitu syahdunya. Ajaipun shalat berjamaah dengan H. Salim sebagi imamnya.

Ayah dan ibunya kaget bukan kepalang dibuatnya. "alhamdulillah...Engkau telah kabulkan doa kami Ya Allah..." bisik ibunya dalam hati saat melihat Ajai bangun pagi dan shalat shubuh. Bahkan bukan cuma itu, Ajai kini sudah pinter adzan dan berani melakukannya di masjid. Ayahnya pun menyetujui perkataan istrinya dengan mengatakan "Bu, anak kita dah berubah ya Bu. padahal baru satu tahun kita pondokkan di Almoen." Bu Aminah, ibu Ajai tersenyum bahagia sebagai respon ucapan suaminya.

Pulang dari masjid, Ajai langsung mengganti sarungnya dengan celana jeans kesayangannya. Dan baju kokonya pun ia ganti dengan kaos biru yang dibelinya saat sambangan terakhir. Ia mengeluarkan Hp-nya dan mengetik cepat serta mengirimkannya ke seseorang di seberang sana.

Dul, dh bgn? bntr lg gw k rmh U. qt jln2 k mlg.bls gpl.

Selesai ia kirim sms itu, Ajai mengeluarkan MX yang baru di beli orang tuanya dua bulan lalu. Ia pun kini tenggelam dalam keasyikan mengelus-elus MXnya dengan kain softfoam yang telah diolesi sampo. Siulan bersenandung pop terdengar dari mulutnya. Burung yang bertengger di pohon samping rumahnya merasa tersaingi. Ia pun terbang melayang. Jauh.

Ketahuannya Kangen Band terdengar dari hp 6600nya. Ada sms masuk. Gundul rupanya membalas smsnya.

Ok, gw tngg d rmh. but gw da krj@n. so, jam 9 z.

###

"Jai, memang kamu dah punya sim?" Tanya Gundul begitu Ajai sudah sampai di rumahnya.
"Ah... gampang itu"
"Tapi kalau ntar ada polisi gimana?"
"Ya kalau ada polisi ya biarin. Masa mau kita usik?"
"Bukan gitu. kamsud saya, jika nanti di jalan kita kena operasi gimana? Soalnya sekarangkan tanggal tua"
"Mang kalau tanggal tua kenapa?" Ajai balik tanya.
"Kalau tanggal tua kan polisi makin buas bin ganas. Suka nyari mangsa. Coz sakunya sudah pada kosong."
"Emangnya kita ini binatang apa? kok mangsa. Aah... udahlah. Serahkan urusan begituan ke aku" tantang Ajai sambil mengibaskan tanganya di depan muka.
Selesai perdebatan kecil itu, Ajai menstater Jupiter MX silvernya yang tadi pagi ia semir habis. suara motornya menderu-deru saat Ajai memutar gas dan menginjak giginya. Memainkan suaranya.
"Siap?" tanyanya.
"Oke.." Si Gundul menjawab sambil memegang pundak Ajai setelah duduk di belakang Ajai.

Brrrrrr... MX pun melaju dengan kecepatan tak normal. Begitulah Ajai kalau mengendarai sepeda motor. Apalagi saat ini ia lagi kangen naik motor. Cos sudah lama tidak mengendarai motor sejak mondok di Almoen, karena di Almoen dilarang naik sepeda motor. Hal ini, kata pengurus dikarenakan pernah ada salah dua santri Almoen yang naik sepeda motor dan kecelakan nabrak pohon saat di belokan kedok Turen. Bahkan, masih kata salah satu pengurus pondok, pernah ada santri yang saat sambangan minjam sepeda motor temannya dan menabrak orang di Pasar Turen dan ia pun berurusan dengan polisi. Ya, begitulah aturan pondok, satu yang melakukan maka semua kena dampaknya.
"Hus... hati-hati coy" teriak Gundul saat motor digeber mendadak oleh Ajai. Gundul hampir saja jatuh kebelakang. secepat kilat tangannya berpegangan pinggang Ajai di depannya.
"Hei... Ngapain kamu pegang-pegang pinggangku Dul?" Ajai kaget pinggangnya jadi sasaran tangan Gundul. "Kalau Indah sih nggak apa-apa megang pundakku. Ini kamu... Ih, Jijai.." Seru Ajai
"Uh... pengennya..." Monyong Gundul membalas cibiran Ajai di depannya.
"Hei Jai, hati-hati di depan ada polisi lho. Biasanya..." sambung Gundul memperingatkan saat mereka mau melewati pohon beringin selatan Gadang.
"Santai, bos..." Balas Ajai, enteng.

15 meter di depan mereka pak polisi menghentikan beberapa pengendara sepeda motor. Tampak dua sejoli berbicara dengan polisi yang ada dekat dengan mobil patroli. Kena tilang. Bapak separuh baya di depan Ajai, menghentikan Vespanya dekat polisi bernama Suyatno. Ajai membaca nama polisi tersebut yang tertera di atas saku sebelah kanannya. Ajai memelankan motornya, siap berhenti. Namun anehnya ia dan pengendara di belakangnya tidak disuruh berhenti oleh polisi tersebut. Tapi diberi aba-aba untuk meneruskan perjalanannya.
Brrrmmm... seketika Ajai memacu motornya mengikuti aba-aba polisi tersebut yang juga diikuti oleh pengendara Yamaha Mio si belakangnya.
"Jai... kok nggak diberhentiin ya kita?" Tanya Gundul heran.
"Nggak tahu." Jawab Ajai. "Tapi kan asyik toh nggak kena tilang?" Ajai melemparkan pertanyaan retoris pada Gundul.
"Mungkin karena motorku baru kali Dul" Sambung Ajai yang dibalas senyuma Gundul.
"Mungkin. Tapi kan biasanya tanggal tua kayak gini polisi tuh cara tambahan income." Gundul nggak berhenti bertanya.
"Sepupuku kemarin katanya juga kena 50.000 padahal cuma nggak ada tutup lubang anginnya saja." sambung Gundul.
"Ah... itu mah polisinya saja yang kebangeten." timpal Ajai.
"Iya tuh... polisinya perlu diberi tindakan tegas. Kayak di Surabaya gitu."
"Emang di Surabaya gimana?" tanya Ajai.
"Dari mana kamu tahu Dul" Tanya Ajai.
"Koran, bo. Koran..." Tandas Gundul bangga. "Makanya baca koran dong..."
"Baca sih baca. Tapi...
"Yang dibaca olah raganya doang....?
"Bukan...
"Apa...?
"Iklan...!!!"
"Ha.... ha... ha....

Mereka tertawa dijalanan. Bberapa pengendara motor dan mobil menengok ke arah mereka. Bahkan penjual koran pun kalah menarik dibanding mereka. Tak terasa Ajai dan Gundul sudah sampai di dekat perempatan Klojen.

"Hei Jai. Pelan." Bisik Gundul.
"Kenapa? Takut?"
"Bukan gitu. Tuh lihat sudah lampu kuning." Gundul menunjuk ke arah lampu lalu lintas yang berada kurang lebih sepuluh meter di depan mereka.

Brrrmmmm... Bukannya menuruti omongan Gundul, Ajai bahkan menambah kecepatan. Secara otomatis motor yang mereka kendarai melesat maju meninggalkan mobil dan motor lainnya yang berhenti dibelakang mereka.

"Woooouuw... Edan kamu Jai" Jerit Gundul sambil memukul pelan punggung Ajai.
"Gimana..? Asyik kan..?" yang dijeritin malah meledek dengan ucapannya.
"Oh iya,Jai. Kamu ngajak aku ke Malang, tepatnya mau ngapain?" tanya Gundul tiba-tiba mengalihkan pembicaraan.
"Nggak ngapa-ngapain. Kita jalan-jalan saja. Ke matos." Ujar Ajai ringan.
"Wualah... Jai Ajai... aku kira mo kencan" sela Gundul kecewa.
"Eh iya, kebetulan aku mau ke Gramedia. Mau beli buku Surat-Surat Cinta" Tukas Gundul kemudian.

Tiba-tiba, lima menit kemudian, motor mereka di hampiri oleh sepeda motor besar dan di atasnya sesosok polisi melambaikan tangan ke arah mereka berdua. Mengisyaratkan agar menepi.
"Jai, polisi" Gumam Gundul ditelinga Ajai. Gemetar.
"Iya. Aku tahu" Ajai menyahut.
"Ada apa Pak?" Ajai bertanya mendahului polisi itu bicara.
"Apa saudara tahu, kenapa saya menyuruh anda untuk berhent?" Tanya polisi itu kemudian.
"Lho... Bapak ini gimana sih Pak? Bukankah tadi saya bertanya kepada bapak? Itu tandanya saya nggak tahu kenapa Bapak menyuruh saya untuk berhenti" Jawab Ajai.
"Maaf, Tadi saudara melanggar rambu-rambu lalu lintas" Polisi itu berbicara tegas.
"Maaf, Pak. Rambu-rambu yang mana? Saya tidak merasa melanggar rambu-rambu yang ada...
"Mohon, diperlihatkan surat-surat kendaraan Anda, Mas?" polisi itu meminta tanpa mengindahkan perkataan Ajai.
"Maaf banget pak, bukannya saya nggak mau menunjukan surat-surat itu, tapi tolong Bapak jelaskan dulu kenapa? Dan rambu-rambu apa yang saya langgar" Ajai menjawab dengan nada tinggi tertahan. Gundul yang duduk di jok belakang turun. khawatir melihat keadaan yang ada.
"Sudah tunjukkan saja surat-suratnya!!" Polisi itu membentak Ajai.
Ajai melihat muka polisi itu. Sekilas membaca nama yang tertera di atas sakunya. Priyanto.
"Pak polisi yang saya hormati, dengan tanpa mengurangi rasa hormat saya dan tanpa ada niatan sedikitpun untuk membantah perintah bapak, tolong beri tahu saya, apa salah saya sehingga bapak memberhentikan saya dan sekarang meminta surat-surat saya?" Ajai berkata tegas dengan disopan-sopankan.
"Baik, Saudara telah melanggar lampu merah!" katanya setengah membentak.
Ajai terpana. Gundul ingat sesuatu.
"Segera perlihatkan STNK dan SIM saudara!!" Lanjut polisi itu melanjutkan tanpa melihat keterkejutan Gundul.
"Pak, Saya tidak melanggarnya!" Sergah Ajai cepat.
"Saya melaju cepat sebelum lampu itu menyala merah" sambungnya.
"Sudah, Jangan banyak omong, cepat perlihatkan surat-suratnya."
"Bapak jangan asal menuduh saya melanggarnya, Pak. Saya tahu persis karena saya yang mengendarai motor. Sebelum lampu itu menyala merah, saya sudah melaju melewatinya, Pak" Tangkis Ajai tidak mau menyerahkan surat-suratnya.
"Sudah, ayo sekarang mas berdua ikut saya saja ke pos sana! Kalau tidak mau menyerahkan surat-suratnya"
"Saya bukan tidak mau, Pak. Tapi, saya memang tidak melanggarnya. Lalu kenapa saya harus menyerahkannya?"
"ATAS NAMA HUKUM, cepat serahkan surat-suratnya. Anda telah menyita waktu saya" Kata Polisi itu marah.
"Bapak juga telah menyita waktu saya. Seharusnya kami sudah sampai di tujuan. Tapi karena bapak menghentikan kami, jadinya kami terlambat sampai di tempat" sanggah Ajai kepada polisi itu.
"Kalau memang bapak mau lihat, Nih, saya perlihatkan..." sambung Ajai sambil mengambil STNK dan SIM dari dompetnya lalu melambaikan keduanya di muka polis tersebut.
Selesai adegan tersebut, Ajai menstater motornya dan menyuruh Gundul naik. Lalu....

Brrrmmm.... brrrmmm..... wussssh.....

Ajai memacu motornya melaju cepat meninggalkan polisi yang terbengong-bengong atas kelakuan kedua anak tersebut.

read more

Monday, April 7, 2008

Monday, April 7, 2008 | 0 comments

read more

Yu, kenapa willy pulang?

0 comments
Yu, waktu willy pulang kemarin, willy diminta ema untuk pulang. sebenarnya ema meminta willy untuk berhenti kuliah dan ngajar di malang. pulang. kerja atau nikah. untuk nemenin ema di rumah. katanya ema nggak enak di rumah nggak ada yang diikuti.

aduh willy serba salah yu...

pengennya willy sih kliah sampe selesei baru pulang tapi...

aduh... nah untuk "ngadem-ngadem" ema makanya willy kemarin pulang. karena pulang inilah willy harus cuti kuliahnya selama 1 semester (6 bulan) karena waktu pulang willy belum sempat daftar ulang. jadi... yach... terpaksa banget willy pilih itu coz selain itu juga willy berfikir dengan cuti kuliah willy bisa ngumpulin uang untuk ngebiayain Iyah mondok.

Rencananya mondok di al-mu'minien Lohbener Indramayu. tempat willy ngabdi dulu.

kalau asep, sebelum willy balik ke malang, willy bujuk dia. nah dia agak tertarik bahkan banyak tanya-tanya tentang bagaimana di pondok itu? dan apa saja yang harus disiapkannya? bahkan dia minta ngelihat dulu pondoknya (ke malang). tapi berhubung jauh, nggak ada uang, dan nggak ada waktu jadi willy bilang, "udah yakin aza pasti asep bisa. kan masih ada kang willy di malang?"

"tapi ntar kakang boyong dulu sebelum asep lulus?"

"nggak..." jawabku.

asep pun tersenyum dan "ok deh.."


moga aza niat nya nggal berubah. moga azzamnya kuat untuk mondok sehingga nggak ke makan omongan orang-orang yang ingin menggagalkan dia mondok.


oh iya nih ada foto-foto keluarga lho...



nih iyah--adik kita tersayang--mau sekul di hari sabtu....


nih iin yang terlihat cantik kalau make busana muslimah. bener kan yu..?

iin terlihat kurus banget yu. yah mungkin karena kurang jajan. dan makannya iin pun sulit. dia makan nggak teratur. makan kalau mau aza. padahal ema sudah berulang kali nyuruh iin makan. tapi ngomongnya. "engko bae..." "emong..."

ema kelihatan lebih tua yah Yu... yach mungkin karena kebanyakan mikirin beban hidup. belum lagi dengan keadaan keluarga yang seperti ini. tapi Willy bangga lho Yu, ma ema, dia selalu memikirkan dan mengutamakan anak-anaknya. yayu, willy, iyah, dan lebih lagi iin. sebagai cucu yang paling manis. ema selalu ingat pesan almarhum bapak. "Jaga iin".

Ema dan Iyah di depan rumah. saat foto ini diambil asep baru saja selesai mandi. tuh kelihatan di belakang. penampakan. he he he...

tapi kenapa yach.. asep tuh jarang ke rumah kalau nggak ada willy. kata ema.

"ya... mungkin karena enakan di Bapa sono ma" willy jawab gitchu

asep nich. foto di depan tivi, tuh lagi lihatin tv terus. aseeeep....


read more

Sunday, April 6, 2008

BERTAHAN

Sunday, April 6, 2008 | 0 comments


Lihat aku di sini kau lukai hati dan perasaan ini
Tapi entah mengapa aku bisa memberikan maaf padamu
Mungkinkarena cinta kepadamu tulus dari dasar hatiku
Mungkin karena aku berharap kau dapat mengerti cinta

Lihat aku di sini bertahan walau kau selalu menyakiti
Hingga air mataku tak dapat menetes habis terurai
Meski terus kau sakiti aku
Cinta ini akan selalu memaafkan
Dan aku percaya nanti
Engkau mengerti bila cinta ini takkan mati

Kak….
Ade takut jika harus kehilangan
Memang kita nggak bisa melawan takdir
Tapi inilah yang ade rasakan.
Ini jujur dari lubukhati ade yang terdalam
Ade terlalu lemah
Untuk membahagiakan orang yang ade cintai
Tapi biarlah Allah yang memberi jalan
I love you ka…kl

read more

Thursday, March 6, 2008

untuk Mbakku tercinta....

Thursday, March 6, 2008 | 0 comments
Yayu, malam telah beranjak setengah jalan. Kini aku menulis semua ini. Di sini, di kantor ini.

Maafin willy Yu… banyak uang yayu yang willy pakai. Tapi bukan untuk hal yang tak beralasan. Semuanya willy pakai biaya kuliah. Kuliah willy ternyata mahal yu. Ya mungkin karena swasta maka mahal. Hal ini willy baru sadar setelah willy bandingkan dengan perguruan tinggi negeri (UIN malang). Tapi memang di willy bisa dicicil sedangkan di UIN tidak bisa. Ini kelebihannya.

Namun sayangnya kuliah willy sekarang terancam, Yu. Ibu, walau tidak mengatakannya terus terang tapi willy dah bisa membaca, beliau menginginkan willy pulang Yu. Beliau membutuhkan tenaga sekaligus teman. Willy lah satu-satunya. Jadi kemungkinan besar willy berhenti kuliah dan pulang ke rumah hanya untuk ngabdi pada ibu.

Tapi apakah willy sanggup? Itu masalahnya Yu. Banyak sekali yang jadi willy pikirkan.

Pertama, willy di sini ikut orang (kyai). Dan kemarin willy dipercaya untuk mengikuti pelatihan Pos Kesehatan Pesantren (POSKSTREN) guna memegang klinik pesantren menemani teman willy. POSKESTREN itu sekarang dah jadi walau belum dioperasikan.
Dah lengkap sama meubelernya juga sekalian. Terus apakah pantas willy minta izin pulang setelah willy dikirim ikut poskestren sebagai pembekalan pengurus poskestren?

Yang kedua, kuliah willy baru semester 3, Yu. Padahal untuk dapat S1 willy harus sampai semester 8. jadi kurang lima lagi. 2,5 tahun lagi. Seandainya willy pulang berarti willy harus berhenti kuliah. Willy sebenarnya berat tapi demi ibu. Willy dah ikhlas. Kalau Allah menghendaki insya Allah willy bisa kuliah lagi. Toh walau memang sulit.

Yang ketiga, tajul, mang hakam, bibi ayeng dan keluarga lainnya meyayangkan willy seandainya willy kuliah tidak sampai selesai. Mereka bilang,”eman will. Kan tinggal separuh jalan lagi. Udahlah terusin aja kuliahnya”. Mang hakam juga bilang “kalau willy dirumah mau ngapain? Apalagi sekarang kita membutuhkan gelar. Lanjutin aja kuliahnya. Mamang yang Teh Rut bisa hidup tanpa willy. Bisa makan walau willy kuliah.
Adapun masalah sawah, bisa dilanjakan untuk makan Teteh” gitu kata mang Hakam. “Tapi itu terserah willy” lanjut mang hakam.

Keempat, Iyah minta mondok Yu, rencananya mau willy pondokkan di Al-Mu’minin Lohbener Indramayu. Karena itu willy yang harus membiayai. Kalau bukan willy siapa lagi. Tapi apa mungkin willy bisa? Itu yang willy pikirkan. Walau ragu tapi willy percaya Allah akan membantu. Willy harus kerja. Tapi apa bisa mendapatkan pekerjaan mudah yang hasilnya lumayan selain di pondok ini.

(Supaya Yayu tahu, gaji willy di sini sebenarnya sudah lumayan. Makanya willy sudah mengambil motor kredit untuk transportasi kuliah selama ini)

Kelima, pada tahun pertama willy kuliah, salah satu pengurus SMP pondok meminta willy untuk mengajar di SMP atau SMAnya. Tapi willy jawab, untuk sementara willy belum sanggup karena kuliahnya masih tiap hari, insya Allah setelah willy semester 6 keaatas willy sanggup. Karena kuliahnya sudah nggak tiap hari. Jadi kemungkinan willy bisa dapat masukan lagi (uang) kalau willy ikut ngajar di SMP atau SMA sekarang. Biar willy ngambil kuliahnya tidak full asal dapat uang untuk biaya iyah mondok.

Keenam, kemarin menantu kyai menggagas majalah pondok. Dan kebetulan willy dipercaya sebagai salah satu pengurus majalah itu. Insya Allah majalah ini akan terbit 3 bulan sekali. Apa willy harus keluar dari pondok setelah willy dipercaya jadi redaksi majalah ini Yu? Gimana menurut yayu.

Willy jadi bingung Yu… gimana ini? Menurut yayu gimana? Willy pulang membantu ibu di rumah atau willy meneruskan kuliah willy? Beri willy masukan Yu…
Dan rencananya untuk semester 4 ini willy mau cuti kuliah dulu. Biar uang yang willy dapatkan willy tabung untuk biaya pertama kali iyah masuk pondok Yu... moga saja bisa dan diridloi Allah swt. Amien ya robbal ’alamien…
Willy mohon doa dari semuanya…

read more

surat kiki #1

0 comments
To : k2
Assalamu’alaikum wr. Wb.,
Kabr kakak gimana? Moga aza baik, tapi di sisi lain kakak pasti lagi sedih ya…  coz ibunya kakak lagi sakit. Maaf kiki nggak tahu coz kiki kira-kira kakak lagi banyak masalah ma mbak. Kak… yang sabar yach… kiki pasti doain kakak dan keluarga kakak Innallaha ma’ash shobirin

Kiki jadi ingat waktu ibu kiki sakit kiki juga nggak bisa tenang apalagi kiki tuh orangnya cengeng so, dikit-dikit nangis. Tapi mbak dah sembuh kan kak? Kata kakak, mbak lagi sakit… emang kakak ketemu mbak kapan? Kiki mo nitip surat…

Kenapa sih kakak nggak mau cerita ma kiki… kakak kalo ada problem jangan dirasain sendiri. Sebenarnya kiki juga lagu punya problem…. (yaitu yang mau kiki ceritain). Tapi kapan-kapan aza kalo ada waktu dan itung-itung kakak dah baikan.

Nb:
Kak… bilang ma mba, kiki lagi pengen ngomong sesuatu
Ntar malam pengen ditelpon (tapi kiki nggak maksa)
Salam kangen buat mbak…..
Makasih ya kak….?!
La tahzan innallaha ma’ana

Dah dulu ya kak… kiki aza sekarang juga lagi sakit. Tapi Cuma sakit gigi.. mominum obat. Tapi kiki tuh bendi obat so, gimana kak solusinya?
Wasalam
kiki


Balasan: to ki2

Alhamdulillah kakak baik-baik aja dek. Sehat kok walau ruhani kakak sedikit terganggu. Ya pusing and bingung itu memikirkan semuanya. Tapi moga aja Cuma bentar.

Makasih doanya yach… moga aja dikabulkan oleh Allah swt. Amien ya robbal alamien…

Iya dek, kemarin ibu terkena asam urat. Sampe ibu nggak bisa bangun 2 hari 1 malam. Kakak khawatir banget. Apalagi di rumah cuma ada ibu, iyah dan iin. Makanya kakak langsung telpon Wawu—bidan kecil tetangga kakak—untuk meriksa dan mengobati ibu. Alhamdulillah dia mau walau bayarnya nanti. He he he..

Tapi yang bikin kakak lebih jengkelm iyah itu. Kata ibu iyah jarang di rumah. Sukanya main terus walau ibu lagi sakit. Kakak kan jadi sangat khawatir. Bahkan sangat sangat khawatir. Bukan Cuma tentang ibu tapi juga khawatir tentang iyah. Kakak takut ia tidak bisa mengendalikan diri. Apalagi katanya banyak yang suka ma dia.
Ibu aja pernah cerita ke kakak bahwa ada cowok yang main ke rumah malam-malam. Bahkan pernah iyah nggak pulang sampe jam 11 malam. Wadduh….Toeng….. Dung…. Dung… eh ternyata ia main dirumah temannya tetangga kita.

read more

Profilku

0 comments
Yach… masa biografi kok cuma no telp doang? Masa orang yang mau tahu biografi di suruh telepon? Ia kalau seorang tokoh besar. Ini mah Cuma orang yang tak dikenal aja minta ditelepon. Ih… masa gitcu….

So, nih lho… biografi singkatnya:

Doi lahir tanggal ke enam di bulan ke sebelas. So bintangnya scorpion. (Ih… ganas yach.. bukankan scorpion itu binatang pembunuh?) He he he tapi jangan berburuk sangka dulu. Doa terkenal dengan cowok yang manis lho… he he he… (emangnya gula manis…)

Doi juga lahir di tahun tikus lho… ini mah menurut orang Tionghoa lho… and katanya sekarang (2008) itu tahun tikus. Yang kata chairman jawa pos—Dahlan Iskan—tahun yang mudah untuk mencari uang. So….. ayo bersaing dengan sportif dalam berbisnis. He he he…

Doi lulus SD tahun 1997 di desa kelahirannya, desa Jayamulya blok Tuklaban rt.07/01 Kec Kroya Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Pernah ke sana belum…?  main yuk… desa yang indah lho kalau musim penghujan. Coz… ada sebuah dam yang indah saat musim hujan datang. Yang terkadang dam ini jebol karena kebanyakan air tapi kering kala kemarau.

Di SD inilah sang doi dipercaya jadi ketua kelas sejak kelas 2 sampei doi meraih gelar terbaik saat kelulusannya ini. Di SDnya juga doi mendapatkan banyak pengalaman tentang pramuka. Organisasi yang ia gemari. Namun sayang setelah keluar dari SD doi tidak meneruskan berkelana di dunia pramuka. Hal ini karena keadaan doi yang berada di Pondok Pesantren Dar Al-Tauhid Arjawinangun Cirebon

Doi masuk Pondok Pesantren Dar Al-Tauhid Arjawinangun saat diasuh oleh KH. Ibnu Ubaidillah Asy-Syatori. Namun sekarang Pondok Pesantren Dar Al-Tauhid Arjawinangun Cirebon diasuh oleh ponakaan beliau KH. Ma’shum Muhammad.

Diwaktu yang sama doi juga mengambil study di Madrasah Tsanawiyah Negeri Arjawinangun yang disebut dengan MTs NEAR. Di sana doi dipercaya sebagai ketua kelas saat kelas 3. di kelas tiga inilah doi pernah berurusan dengan kepala sekolah karena memimpin teman-teman satu kelasnya memprotes system pembelajaran mata pelajaran MULOK (bahasa sunda) yang di pegang oleh Pa Oon. (salam Bravo buat Iin Muthmainnah, Saifudin, Rusnadi, Teti Hasanah, Maria Ulfah, Ahfas Altof_babakan, Asrofudin_gegesik, dan teman-teman lainnya yang tak sempat aku tulis namanya. Maaf banget yach…. Aku nggak sempat nulis nama kalian. Tapi kalian harus tahu satu hal: AKU KANGEN KALIAN… pada kemana kalian. Kok nggak ada kabar?)
---aku nggak janji suatu saat akan menulis tentang kalian walau nggak satu persatu--- aku pengen mengenang masa-masa indah kita bersama saat MTs dulu---ingatin aku yach bila aku lupa—love u all---

Tahun 2000 doi lulus dari MTs NEAR,--Epul,Bahri ingat nggak ketika kita sama-sama ke kuningan ke pondok pesantren al-ikhlas?--. Doi melanjutkan ke Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep Madura.

Di pondok modern inilah doi belajar computer, bahasa arab dan dengan enggan juga mempelajari bahasa inggris. Tanpa doi sengaja, di kelas 3 intensif doi dijadikan staff oleh bagian BANANSA (bagian Pengembangan dan Pembinaan Bahasa). Ini pula yang mengawali teman-teman BONAVISTA mempercayainya untuk menjadi Ketua BANANSA di masa Kekuasaan AVEROSE.

Setelah lulus, doi menjalani pengabdian wajibnya di Pondok Pesantren Al-Mu’minien Lohbener Indramayu yang dipimpin oleh KH. Sahli Mahfudz.

Di sana doi dapat kepercayaan selain jadi konsultan BANANSA juga jadi penanggung jawab asrama. Dan setelah lab computer mini jadim doi juga diberi tanggungjawab untuk mengurus lab computer tersebut sekaligus jagi instruktur kursusnya bersama ust. Abdul Yaman seniornya.

Setelah satu tahun mengabdi di Al-Mu’minien Allah menghendaki doi untuk mengabdi di Al-Munawwariyyah bululawang malang sampai sekarang. Di pondok pesantren inilah, ia bisa mewujudkan keinginannya mengenyam bangku kuliahan.

Sampai sekarang doi juga masih mengabdi di pondok tersebut sekaligus menimba ilmu Bahasa Inggris di FKIP Universitas Kanjuruhan Malang.

read more

Namaku....

0 comments

Ade... Ini nih sejarah kecil k2. K2 nulis bebas di hp k2. Coz cape kalo di komputer. Belum ngetiknya. Belum nyari kuncinya. Belum sekarang hujan. Males mau keluar kamar. Tapi karena ada hape ini k2 bisa nulis tulisan ini. Toh walau jari tangan k2 keriting jadinya. :-) He he he... Tapi ga apa apa. Ini demi... (ayo isi sendiri kira-kira apa...)

k2 lahir, kata ibu, di hari selasa bulan “BALA” jam 10 pagi. K2 sendiri ngga tahu, bulan bala itu tepatnya bulan apa di kalender nasionalnya. Berhubung bapak dan ibu bilangnya “bala”. Ya dah “bala”. Gitu aja. Tapi dari akte kelahiran—yang dibuat saat k2 ganti nama jadi wili dzulkifli—k2 tahu bahwa k2 lahir tanggal 11 November 1984. Ini juga menurut yang ditulis bapak di raport SD.

O ya... Kayaknya k2 belum cerita ke ade tentang nama k2 ya? Ya walau sudahp un ga apa apa kan k2 tulis ulang di sini.

K2 tuh setelah lahir diberi nama CASWILI. ini karena, menurut kakek dari ibu, k2 lahir di hari selasa. Jadi harus di awali dengan CAS atau CA. Teman k2 di SD juga banyak yang berawalan cas. Ada Caswito, Casmin, Carsih, Carkim, Casono dan lain-lain. Mungkin karena mereka lahirnya hari selasa kali ya... Unik ya... K2 juga baru tahu setelah k2 tanya ke kakek. Kenapa nama k2 Caswili. Yang awalnya cuek dengan nama teman2 sekarang k2 jadi tahu. He he he... (unik n lucu ya... Nama k2 waktu kecil...) K2 suka senyum-senyum sendiri kalau mengingat masa kecil tuh...

Terus saat mau masuk sekolah SD nama k2 diganti jadi SUWILI. biar bagus, kata ibu. Sebab SU itu artinya bagus. Itulah makanya orang-orang jawa dulu banyak yang memakai nama SU. Sukarno, Suharto, Sudirman, Sudomo, Suratno, Sukarman, Suratma. He he he... Ternyata nama SU banyak yang jadi orang besar ya... Tapi banyak juga yang jadi orang kecil... :-)

Nama Suwili melekat hingga k2 lulus SD. Makanya ijazah SD k2 memakai nama Suwili. Namun begitu k2 kelas 2 MTs di Arjawinangun Cirebon, yang mana k2 juga mondok di pondoknya Abah Inu, Dar Al-Tauhid selama k2 menyelesaikan MTs k2. Awalnya k2 mau daftar di SMPN 1 Arjawinangun tapi k2 lebih memilih MTs-nya dari pada SMP-nya.

Nah di kelas 2 MTs k2 dibilangin sama guru quran hadits k2, namanya Ibu Lily—sekarang jadi kepala sekolahnya. Beliau juga guru paman k2 dan beliau juga dekat dengan pengasuh pondok dar al tauhid. Bahwa nama su itu arti dalam bahasa arabnya jelek. As-su u. Artinya kecelekan lawannya al-hasanah. Artinya kebaikan.

Maka k2 minta ganti k2 bapak. Dan paman ngusulin untuk minta nama ke kyai. Sekalian tabarukan. Maka, bapak, paman dan k2 sowan ke abah inu, pengasuh pondok. Trus k2 ditanya namanya siapa. Setelah k2 jawab “Suwili”, abah pun bilang ganti jadi Dzulkifli saja, katanya. Namun setelah keluar dari rumah beliau bapak dan paman berunding dan paman usul gimana kalo digabungin jadi Wili Dzulkifli. Sejak itulah k2 ganti nama jadi Wili Dzulkifli. He he he... Moga saja metamorfosisnya nama k2 juga sekalian menuju kebaikan dan kesempurnaan sebagai mana metamorfosisnya ulat jadi kupu-kupu yang jadi indah itu. Amien... Ya Robbal Alamien... 01.03.08 14:27

read more

kambing etawa

kambing etawa
kambing gemuk makan fermentasi gedebok

silahkan coba...!!!

Blog Archive

Hidup tak akan memberimu apa-apa kecuali kau memaknai hidup dengan caramu...
 

Express

Seorang kawan yang mendampingi kita pada saat kesulitan lebih baik dari pada seribu
kawan yang mendampingi kita pada saat kebahagiaan.


Berkata benar dapat sangat menyulitkan bahkan beresiko ditolak. Tetapi itulah satu-
satunya pilihan jika kita membangun hubungan yang baik.

Anak lebih membutuhkan bimbingan dan simpati dari pada instruksi.

The Good Father

The Good Father

MoTivE

Bila saat ini kita belum berhasil dan sukses bisa jadi karena kita belum bekerja keras, berfikir cerdas dan beramal dengan benar.


Saat menunda amal sholeh berarti kita sedang menunda kesuksesan dan kebahagian.


Seseorang mulia bukan karena apa yang dimilikinya tapi karena pengorbanannya untuk
memberikan manfaat bagi orang lain.