Wednesday, July 9, 2008

Wednesday, July 9, 2008 | 0 comments
AROMA

Ku rasakan aromamu
Ingat padamu
Hati rindu tiada tara
Semoga bagi kita tiada lara





JAGA

Ku terbangun
Ku terjaga dalam keheningan malam
Sejenak ingatanku melayang padamu
Terbayang wajahmu melambaikan rindu
Kubentangkan sajadah, menghadap ilahi
Kulantunkan doa untukmu di sana
Ku berdoa untuk hubungan kita

Bila cinta itu anugerah
Maka demikianlah hatiku padanya
Satukanlah cinta kami
Tabahkanlah kami dalam menghadapi
Dugaan yang melanda

read more

Kutitipkan segurat rindu

0 comments
Pada angin malam nan dingin
Untukmu nan jauh di sana
Masihkan rindumu untukku
Masihkan cintamu untukku
Masihkan sayangmu untukku

Lama tiada suara dari jauh
Darimu untukku
Rindu kian mengembang
Menembus asa dalam tiap titik
Tiada pupus jua harapan
Kabarmu sayang ku nantikan
Rinduku kini menyulapku.
Doakan sukses selalu
Karena kau tahu aku

read more

UNTUK SOBATKU...

0 comments

Sobat al-kuroma…

Manusia itu bagaikan air terus mengalir dan mengalir. Namun manusia mempunyai akal dan pikiran (adab) yang bertindak sebagai setir dan rem dalam menulusuri sungai dan tanah.

Sobat…
Air akan kelihatan jernih bila terus mengalir. Semua akan senang bila air bersih dan jernih.
Lihatlah…
Banyak orang yang melihat dan menyukai air sungai yang mengalir apalagi air terjun. Semua orang suka terhadapnya.

Sobat…
Selain karena itu, air juga banyak manfaatnya. Mungkin sobat lebih tahu daripada saya tentang hal ini. Diantaranya: untuk mandi, memasak, minum, menyuburkan tanaman, memelihara ikan dan lainnya. Itu semua jika air tersebut bersih. Dan air akan bersih jika air mengalir.
Sobat…

Manusia selalu berubah. Sebagaimana air mengalir. Ari satu keputusan ke keputusan lain. Dari satu ide ke ide lain. Dan satu keadaan ke keadaan lain. Terutama manusia cepat berubah dalam perkataan dan ketetapan / keputusannya.
Mungin detik ini ia akan berbicara “begini” namun detik berikutnya ia akan berbicara “begitu”. Namun pada satu jam berikutnya bias saja akan berprinsip “begitu” pada hari ini ia akan senang namun hari esok ia akan sedih. Pada hari ini ia dicintai. Pada hari esok ia akan dibenci. Begitulah manusia tersu berubah mengikuti apa yang terdetik bagaikan air mengalir.

Sobat…
Manusia juga harus berubah ya…
Harus berubah untuk menjadikannya jernih dan sedap dipandang. Andaikan manusia tidak berubah akan terlihat kekurangan dan kejelekannya. Ia akan kotor terlihat. Ia akan dibenci yang melihatnya. Bagaikan air lama yang tak bergerak dan mengalir.

Sobat…
Lihatlah… lihatlah air yang menggenang di kolam! Air yang tak sama sekali bergerak ditempatnya.
Ia akan menjadi sarang naymuk. Ia akan tumbuh di dalamnya berbagai kotoran; binatang kecil sumber penyakit. Lumut dan juga akan kotor karena hawa, hewan, alam dan manusia.

Sobat ku yang baik…
Maafkanlha jika ada salah yang menyakitkan. Benarkan dan luruskanlah prkataan dan ideku jika salah. Sekali lagi maafkanlah aku.

read more

Tuesday, July 1, 2008

malam ini

Tuesday, July 1, 2008 | 1 comments
malam ini banyak hal terjadi antara kita. seneng, sedih, tertawa, menangis, dan juga tawar. semua ada dalam kenangan "pesawahan". maafin kakak  ya de... pleaseeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee.

read more

Thursday, June 26, 2008

BELAJAR, nasibmu kini...

Thursday, June 26, 2008 | 0 comments
Ijazah…

Belajar itu wajib. Tak bisa kita sangkal lagi. Namun pernahkah kita pikirkan, kenapa kita nggak mau mengulang pelajaran yang dapat nilai buruk? Atau lebih jelasnya, kita nggak mau mengulang di kelas yang sama di tahun yang berbeda hanya karena kita belum mengusai materi yang kita pelajari itu?

Banyak yang protes dan demo saat tidak lulus UAN. Bahkan ada yang mengancam akan membunuh kepala sekolah atau guru yang tidak meluluskan muridnya. Padahal murid tersebut memang benar-benar tidak pantas untuk lulus karena jangankan bisa menjawab semua, seperempat dari 50 soal saja tidak ada yang benar. Intinya murid tersebut memang belum menguasai materi yang diajarkan. Manakah yang pantas : meluluskan murid tersebut atau diberinya kesempatan untuk belajar lagi supaya saat ujian tahun depan ia bisa menguasai materinya?

Namun bila kita telaah, kenapa mereka yang tidak lulus UAN berdemo, secara naluri kita memang memakluminya. Bayangkan betapa sait dan kecewanya hati, setelah 3 tahun belajar mati-matian—bukan mati beneran lho ya—namun itu terbuang sia-siang hanya karena tidak bisa menjawab 3 atau 4 lembar soal. Adilkah itu? Padahal selama 3 tahun kurang lebih, sudah masuk kelas dan membayar uang spp. Belum lagi uang jajan dan transport bagi yang sekolahnya jauh dari rumah. Lalu apakah perjuangan selama 3 tahun itu hilang terhapus sia-sia hanya dengan 3 hari.

Bukankah ijazah itu juga penting buat kehidupan kita. Tanpa kita mengenyampingkan ilmu yang juga sangat penting. Tanpa ijazah, seorang guru tak kan pernah diakui jadi guru. Begitu pula, seorang murid tak kan diakui menjadi murid kalau tidak ada ijazah. Bukankah ini penting. Terlebih lagi, akhir-akhir ini sertifikasi digaungkan jauh lebih membahana yang secara otomatis mendobrak betapa pentingnya satu lembar bukti kelulusan itu. Secara formula kita bisa merumuskannya sebagai berikut : ilmu itu isi dan labelnya adalah ijazah.

Mengenai adakah sekolah para nabi itu? Dan adakah ijazahnya? Kita bisa mencoba mencari jawabnya dari sejarah para nabi. Bukankah sejarah itu guru terbaik yang diciptakan Tuhan.

Nabi Muhammad, di masa kecilnya beliau menggembala kambing orang-orang kaya quraisy. Begitu pula nabi musa, sebelum diangkat menjadi nabi, beliau menggembala kambing nabi ya’kub yang jumlahnya ratusan dalam jangak 8 tahun lebih sebagai mahar pernikahan dengan putri beliau. Nabi Ismail dan ayahandanya, Nabi Ibrahim juga tak terlepas dari kambing-kambing yang beliau berdua pelihara. Kenapa demikian? Kenapa para nabi menggembala kambing? Hal ini sebagai latihan untuk memimpin umatnya. Di sanalah para nabi di sekolahlan. Di sanalah para nabi mendapat ilmu—selain juga dari wahyu—bagaimana memimpin dan menjada umatnya. Bukankah di padang pasir dan padang rumput banyak srigala dan hyena yang bisa sewaktu-waktu menerkam gembalanya? Di sinilah latihan menjaga umatnya dari bahaya. Bukankah di padang pasir dan padang rumput juga membingungkan bagi orang yang belum berpengalaman? Dari sinilah para nabi diajari bagaimana mengarahkan gemabalanya ke arah yang benar. Baik saat berangkat maupun saat pulang. Adapun mengenai ijazahnya, adalah pengakuan dan wahyu yang beliau-beliau terima dari Allah itulah yang bisa dikatakan ijazah.

Bukankah ijazah diberikan setelah sang murid berhasil mengkhatamkan dan menguasai pelajarannya? Dan bukankah wahyu diturunkan setelah para nabi berhasil menyerap berbagai macam ilmu dari menggembala?
Itulah sekolah para nabi. Sekolah alam. Sekolah murni untuk mendapatkan ilmu yang murni pula.

Kalau memang kita mengejar ilmunya bukan ijazahnya, kenapa kita tidak memanfaatkan waktu yang ada untuk belajar dengan sungguh-sungguh? Kenapa kita belajar saat ujian saja? Itupun ujian sekolah umum (SD/SMP/SMA) saja yang ada ijazahnya? Bahkan kita menganggap remeh ujian MIM. Bandingkan dengan ujian SD/SMP/SMA yang disertai dengan shalat hajat, wiridan dan meminta doa kepada setiap element ma’had. Kenapa? Apakah karena MIM itu—yang di dalamnya terdiri dari berbagau macam ilmu agama—nggak penting? Bukankah Allah bilang “Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat”?

Lalu bagaimana dengan niat Anda mencari ilmu? Apakah sebenarnya yang dicari? Ilmu atau ijazah? Atau mencari ilmu karena ijazah? Bukan mencari ilmu karna Allah (lillahi ta’ala). Kalau begitu sungguh Anda akan menjadi orang yang merugi. Bukankah tanpa diniati dapat ijazahpun kalau kita bener-bener belajar karena ilmunya nanti kita juga akan mendapatkan ijazahnya? So, what are you looking for now?

read more

Thursday, June 12, 2008

HP.... a keyword

Thursday, June 12, 2008 | 0 comments
PASSWORD
Nokia :
*#06# : mengetahui no imei hp
*#0000# : no seri software
*#746025625# : menampilkan jika hp mendukung penghentian jam SIM.
*#92702689# : info tanggal perbaikan, tanggal perbaikan, dsb.
*3370# : mempertajam sinyal.
#3370# : menormalkan kembali sinyal.
*4370# : mengkondisikan sinyal setengah dari yang normal.
#4370# : meniadakan sinyal.
xx# : menampilkan posisi sementara keberadaan hp.
*#2820# : Informasi tentang bluetooth.
*#7220# : mengaktifkan GPRS.
*#3925538# : menghapus menu wallet di seri 6310, 6310i.
*#67705646# : menghapus operator logo biasanya di Nokia seri 3310 & 3330.
*#pw+xxxxxxxxxx+x# : untuk mengetahui status SIM lock.
*#7370# : software reset atau bisa disebut dengan hard reset.

Motorola
*#06# : mengetahui no imei
*#300# OK : untuk mengetahui daftar software dan hardware.
*#301# OK : memfungsikan keypad secara penuh.
*#303# OK : setting untuk menghilangkan bahasa inggris.
*304# OK : mematikan engineering mode.
#304*19980722# : mengaktifkan engineering mode.
*#305# OK : mengetahui lokasi hp.
*#331# OK : merubah kode hp atau tidak mengaktifkan kode hp.
*#402# OK : mengatur contrast.
*#403# OK : data informasi perusahaan atau vendor hp.
*#0000# OK : setting menyimpan file, restore seting hp untuk mengganti bahasa.
1234 OK : default kode hp.

Sony Ericsson
*#06# : mengetahui no imei.
<**< -> : mengunci menu.
>*<<*< -> : service menu.

Yang perlu diingat:
Menggagalkan fungsi sms : sms center (?)
Menonaktifkan panggilan keluar : dirubah jalur.
Mengunci MMC : memory card → set password → memory → isi/rubah password

read more

Tuesday, May 20, 2008

Ini Hafshah De...

Tuesday, May 20, 2008 | 0 comments
Wanita memang diciptakan sesuai dengan sifat dan wataknya. Selain cenderung emosional dan dramatisir juga pecemburu. Dalam tarikh, selain Aisyah, Hafshah dikenal sebagai istri Rasulullah SAW yang pencemburu. Terkadang sering membuat ulah untuk menarik perhatian Rasulullah.

Suatu hari, ketika Rasulullah menemuinya, Hafshah bertanya, “Ya Rasulullah, mengapa mulutmu berbau busuk?”
“Aku baru saja minum madu, bukan maghafir,” jawab Nabi Muhammad SAW penuh tanda tanya.
“Kalau begitu, engkau minum madu yang sudah lama,” kata Hafshah.
Keheranan Rasulullah makin bertambah ketika Aisyah yang ditemuinya mengatakan hal serupa. Saking kesalnya, Rasulullah mengharamkan madu buat dirinya untuk beberapa waktu. Beliau tak tahu kalau Hafshah telah “berkomplot” dengan Aisyah untuk “ngerjain” Rasulullah. Keduanya cemburu lantaran Nabi tinggal lebih lama dari jatah waktunya di rumah Zainab binti Jahsy. Waktu itu Nabi tertahan karena Zainab menawarkan madu kepada beliau.

Membicarakan kehidupan Hafshah binti Umar bin Khattab tak bisa lepas dari sifat pencemburunya. Pada dasarnya, sifatnya itu lahir dari rasa cintanya kepada Rasulullah. Ia merasa takut kalau Rasulullah kurang memperhatikan dirinya. Namun, sifatnya itu melahirkan persoalan yang kurang menyenangkan.

Dikisahkan dalam sebuah perjalanan Nabi Muhammad SAW pernah membawa Hafshah dan Aisyah. Kedua istri Nabi itu duduk di atas punggung unta yang berbeda. Selama perjalanan, Rasulullah lebih sering berada bersama Aisyah. Saat istirahat, Hafshah yang terbakar api cemburu meminta Aisyah berpindah tempat. Seusai istirahat, Rasulullah naik ke unta Aisyah yang sudah ditempati Hafshah dan mengajak bicara. Beliau tak tahu kalau yang menjawabnya dengan jawaban-jawaban pendek itu Hafshah. Dan Rasulullah tersadar bahwa dirinya dipermainkan kedua istrinya.

Begitu seringnya Hafshah membuat ulah, lantaran cemburu, Rasulullah pernah berniat akan menceraikannya. Namun, Jibril datang mencegah Nabi. Rasulullah malah mendatangi anak Umar bin Khattab itu dan berkata, “Ya Hafshah, hari ini Jibril datang kepadaku dan memerintahkan kepadaku “irji’ ilaa Hafshah, fainnaha hiya showwama, qowwama wa hiya azawaajuka fil jannah” (kembalilah kepada Hafshah, sesungguhnya ia wanita yang senAntiasa puasa, mendirikan shalat, dan ia adalah istrimu kelak di surga).

Dialah Hafshah binti Umar, wanita yang mendapat pembelaan Jibril tatkala hendak diceraikan Rasulullah lantaran sifat pencemburunya.
Meski memiliki kelemahan dan kekurangan karena sifatnya itu, tapi Hafshah adalah wanita yang tekun beribadah. Ia rajin puasa sunnah dan tak pernah meninggalkan shalat tahajjud. Maka Jibril pun membelanya, bahkan menyampaikan jaminan Allah bahwa Hafshah termasuk salah satu istri Nabi di surga.

Kecemburuan istri-istrinya, sebenarnya dianggap sebagai sesuatu yang wajar dan manusiawi oleh Rasulullah. Apalagi beliau dikenal orang yang paling sabar dalam menghadapi berbagai persoalan, termasuk ulah istri-istrinya. Namun, yang membuatnya marah adalah jika rasa cemburu itu mendorong istri-istrinya atau dirinya melakukan maksiat kepada Allah. Rasulullah pernah ditegur Allah lantaran mengharamkan madu dan istrinya Maria akibat ulah Hafshah. Rasa cemburu yang seperti inilah yang tidak dibenarkan Rasulullah.

Akibat rasa cemburu yang berlebihan, Hafshah ditegur langsung oleh Allah melalui surat At-Tahrim ayat 3 dan 4. Tapi, putri Umar bin Khattab itu pulalah yang dibela Jibril ketika hendak dicerai oleh Rasulullah karena memiliki kelebihan-kelebihan dalam sisi peribadatannya. Allah SWT berfirman, ”Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang isterinya suatu peristiwa. Maka tatkala menceritakan peristiwa itu dan Allah memberitahukan hal itu kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian dan menyembunyikan sebagian yang lain . Maka tatkala memberitahukan pembicaraan lalu bertanya: “Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?” Nabi menjawab: “Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong ; dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan Jibril dan orang-orang mu’min yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula” (QS At-Tahrim[66]: 3-4).

Ya, kelebihan seseorang dalam beribadah akan menolong seseorang dari kehilangan dan mendapat pembelaan yang tak diduga-duga.

read more

TAK SUA

0 comments


Ade, ntah sudah berapa lama kita begini. aku ngerti. bahkan jauh lebih ngerti apa yang ade maksudkan dengan per"pisah"an yang ade pinta ini. aku bisa memahaminya. dan aku ingin menuliskannya sebagai wakil hati dan perasaan ini. Perasaan ini bilang, "ade jahat". perasaan ini curhat, "ade kejam". namun hati mengatakan "tidak! ade tidak jahat". hati juga menyanggah "ade tidak kejam! ini demi kebaikan. kebaikan bersama"

dus, aku pun menjalaninya. menjalani apa yang terjadi. bukankah, walau bagaimanapun hidup terus berlanjut? bukankah, waktu terus berjalan?

aku jalani hari-hari dengan apa yang tersisa. aku bertahan. bertahan dengan semua kenyataan yang aku hadapi. walau, aneh memang, aku sering uring-uringan. aku sering merasa nggak enak.

namun terkadang aku ingin pergi. pergi sekalian dari ade. pergi jauuuuhh. pergi meninggalkan ade. (demi ketenangan hati)?

entahlah...

setelah kita "pisah", aku banyak mengalami sesuatu yang tak menyenangkan. katakanlah, pikiranku eror.

pada saat aku membutuhkan benda yang aku punya dan aku merasa menyimpannya di suatu tempat, aku tidak menemukannya. aku mencarinya kesana-kemari. ditengah pencarian terkadang aku merasa cape. aku merasa aku pikun. aku merasa aku bodoh. aku tolol. lebih-lebih saat aku menemukan barang tersebut setelah tidak aku cari lagi. aku BAHLUL.

pernah suatu rencana aku susun. untuk memudahkanku. biar tak makan tenaga dan waktu banyak. namun yang terjadi justru sebaliknya. aku kehilangan waktu dan menguras tenaga karena ternyata rencana yang aku susun tak berjalan sesuai apa yang aku inginkan. Ah... STUPIDnya AKU.

suatu kali aku mewanti-wanti diriku untuk menghemat uang yang aku punya. aku berusaha sepintar mungkin menabungnya. namun, yang terjadi justru sesuatu yang tidak aku bayangkan. uang itu justru habis, bahkan masih minjam ke teman. bahkan aku merasa masih kurang. Oh... DUNGUnya aku.

COGITO ALLAH SUM!
aku nggak tahu artinya. namun mungkin tokoh utama dalam novel itu bisa mewakiliku. mungkin itu aku! ya! mungkin karena banyak penderitaan yang aku dapatkan dari pada kebahagiaan sebagaimana yang aku tuju. Tapi, satu yang membedakan. aku ber-Tuhan sedangkan dia tidak.

namun apa bedanya ber-Tuhan atau tidak? kalau yang ber-Tuhan tidak menjalankan perintah-perintah Tuhannya. kalau yang ber-Tuhan tidak pernah mendekatkan diri sama Tuhannya.

Sunday, 18 May, 2008 16:45:16

read more

Nggak (belum) jadi, De...

0 comments

Sms. Ya. Sms itu. Sms yang ade pinta supaya aku mengirimkannya kepada dede, sampei sekarang tidak aku kirimkan. Bukan aku mau membantah permintaanmu. Tapi, tidakkah ade pikirkan bagaimana perasaannya kelak ketika ia menerima dan membacanya? Dia yang telah lama tidak aku hiraukan. Dia yang sudah berulang kali aku anggap nggak ada. dia yang tidak kapok-kapoknya menghubungiku walau hanya membuang pulsa tanpa menghasilkan apa-apa. Dia yang selalu mengirim sms tanpa ada balasan yang aku kirim. dan kini dia telah menghentikannya. aku bersyukur karenannya.

Cukuplah kecuekanku yang menyakitinya. cukuplah ego-ku yang membalas budi baiknya. cukuplah kesombonganku yang menghajarnya. cukuplah ke-tega-anku menghempaskannya ke dalam kesakitan dan keniscayaan.

aku nggak mau menambahnya sakit lagi. aku nggak ingin ia bertambah sedih dan merana karena sms ade itu. aku membayangkan apa yang terjadi seandainya ia menerima sms dan mebacanya. aku yakin dia akan patah. bukan patah lagi bahkan tapi hancur berkeping-keping. dia akan merana seumur hidup karena sms itu. bahkan dia akan merasa bersalah tanpa berkesudahan.

ade, maafkan aku yang tidak mengirimkan sms itu.
maafkan aku yang masih mempunyai rasa belas kasihan kepadanya. setidaknya demi menjaga hubunganku dengan keluarganya. setidaknya demi rasa kemanusiaan. setidaknya atas nama persahabatan, aku nggak ingin merusak ikatan ini dengan kakak dan keluarganya.

bukan karena aku sayang sama dia. bukan pula karena aku mencintainya. sama sekali bukan. maafkan aku, de. aku tidak tega melihatnya seandainya dia lebih menderita dari sekarang.

cukuplah dia menderita karena tidak mendapatkan kasih sayangku. cukuplah ia bersedih karena cintanya tak terbalas.


ade... tahukah engkau, sebenarnya sudah lama ia tidak menghubungi aku lagi. jangankan telpon, sms-pun tidak. tapi entah kenapa, saat aku bersama ade--habis bedah buku itu--dia kirim sms. aku nggak menyangka sama sekali. dan tahukah engkau, de? aku tak pernah menganggap sms itu ada.

bila dulu ia mengirim sms akan tetap mengharapkanku. maka biarkan dia terus berharap tanpa ada ujung. biarkan dia terlarut dalam penantiannya. biarkan dia tergenang dalam peliknya cinta. bukankah begitu hidup de?

semoga ade bisa memahami pikiranku ini. semoga tulisan ini bisa mengungkap alasan kenapa aku tidak mengirimkannya (sms itu). semoga ade memakluminya. dan yang terpenting adalaha semoga aku bisa terus bertahan dengan semua masalah hidup ini. semoga...

Sunday, 18 May, 2008 16:44:55

read more

kambing etawa

kambing etawa
kambing gemuk makan fermentasi gedebok

silahkan coba...!!!

Blog Archive

Hidup tak akan memberimu apa-apa kecuali kau memaknai hidup dengan caramu...
 

Express

Seorang kawan yang mendampingi kita pada saat kesulitan lebih baik dari pada seribu
kawan yang mendampingi kita pada saat kebahagiaan.


Berkata benar dapat sangat menyulitkan bahkan beresiko ditolak. Tetapi itulah satu-
satunya pilihan jika kita membangun hubungan yang baik.

Anak lebih membutuhkan bimbingan dan simpati dari pada instruksi.

The Good Father

The Good Father

MoTivE

Bila saat ini kita belum berhasil dan sukses bisa jadi karena kita belum bekerja keras, berfikir cerdas dan beramal dengan benar.


Saat menunda amal sholeh berarti kita sedang menunda kesuksesan dan kebahagian.


Seseorang mulia bukan karena apa yang dimilikinya tapi karena pengorbanannya untuk
memberikan manfaat bagi orang lain.